Foto Profil

Foto Profil
Senyum itu indah, maka tersenyumlah

Senin, 26 April 2010

Khoirul Umam

08330015

Organization Chart

Umum:

  1. Pengertian system pencernaan adalah penguraian kimia bahan-bahan makanan menjadi zat-zat yang dapat di absorpsi oleh darah manusia atau hewan
  2. Fungsi dasar system pencernaan:

· Mencerna secara mekanik

· Mencerna secara kimiawi

· Menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan

· Menyerap zat-zat makanan dalam darah

· Mengeluarkan bahan-bahan makanan yang tidak dapat dicerna

  1. Proses pencernaan
    • Proses pencernaan mekanis adalah pengunyahan makanan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang tidak di lambung
    • Proses pencernaan kimiawi adalah pelarutan dan pemecahan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil

Mendalam

  1. Organ-organ pencernaan pada invertebrate

System pencernaan pada hewan invertebrate umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada protoa, porifera, dan coelenterate. Pencernaan dilakukandalam alat khusu berupa vakuola makanan, sel koanosit dan rongga gastrofaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. Pencernaan dilakukan dengan cara absorbs langsung melalui kulit

  1. Organ-organ pencernaan pada vertebrata

Alat-alat pencernaan pada vertebrata berupa saluran yang memanjang dari rongga mulut sampai bermuara pada anus.

Kompleks

1. Protozoa, tidak memiliki alat khusus pencernaan. Organisme bersel satu tidak mempunyai sistem pencernaan seperti pada hewan bersel banyak. Proses pencernaan makanan pada organisme bersel satu berlangsung di dalam sel itu sendiri. Jika ada makanan, organisme tsb bergerak kea rah makanan . kemudian mengelilingi makanan tersebut dengan pseudopodium ( kaki semu ). Makanan tersebut terkurung oleh kaki semu dan terbentuk vakuola makanan. Di dalam vakuola ini makanan dicerna, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan di edarkan ke dalam sitoplasma dan sisa-sisa makanan dikeluarkan dari membran plasma.

2. Plathyhelminthes, Contoh: Planaria sp. Terdapat mulut saluran pencernaan yang bercabang-cabang tetapi tidak memiliki anus. Pada bagian tengah perut (ventral) terdapat tonjolan yang berfungsi sebagai faring.

3. Annelida, contoh: Lumbricus terestis (cacing tanah), sistem pencernaannya sudah lengkap yaitu mulut, saluran pencernaan yang memanjang (faring, esophagus, tembolok, empedu, usus) dan berakhir pada anus.

4. Pisces, contoh pada ikan mas. Saluran pencernaan terdiri dari rongga mulut (cavum oris), gigi-gigi kecil, faring, esophagus, lambung, hati, pankreas, usus, dan anus. Kelenjar pencernaan ikan mas disebut hepatopankreas.

5. Reptil, Contoh: Mabouya multifasciata. Sistem pencernaan sudah lengkap. Yaitu mulut, faring, esophagus, lambung, pankreas, usus, dan berakhir di kloaka.

6. Insecta, contoh: Belalang. Jenis makanan serangga berbeda-beda. Serangga ada yang memakan tumbuhan, ada pula yang memakan daging.
Saluran pencernaan belalang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, lambung, usus, rektum, dan anus. Kerongkongan mempunyai bagian membesar seperti gelembung tipis dan berduri. Gelembung itu disebut tembolok. Tembolok berfungsi sebagai alat untuk menyimpan makanan sementara. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.

Makanan masuk melalui mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis yaitu dikunyah, dan dicerna secara kimiawi dengan air ludah. Dari mulut, makanan masuk ke kerongkongan lalu menuju ke tembolok. Di tembolok, makanan disimpan sementara dan kemudian ke empedal. Empedal memiliki dinding dari kitin untuk menghaluskan makanan. Makanan akhirnya menuju ke lambung. Proses penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus. Makanan masuk ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh . sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.

7. Amphibi, Contoh: Katak. Saluran pencernaan makanan pada katak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, dan pankreas.

Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

8. Aves, contoh: Seluruh kelompok unggas. Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.
Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi. makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.

9. Mamalia, contoh: Hewan yang memamah biak (sapi). Pada mamalia terdapat jenis gigi dan susunan alat pencernaan makanan yang berbeda sesuai dengan makanannya. Bentuk dan susunan gigi hewan herbivor berbeda dengan susunan gigi hewan karnivor. Hewan herbivor mempunyai tidak mempunyai gigi taring sebaliknya hewan karnivor mempunyai gigi taring. Pada hewan herbivor, di antara gigi taring dan geraham depan ada ruang yang tidak ditumbuhi dinding. Ruang ini disebut diastema. Gigi hewan herbivor selalu tumbuh dan gigi yang tanggal akan digantikan.

PETUNJUK PRAKTIKUM SISTEM PENCERNAAN

Praktikum I

Pencernaan Pada Burung Merpati (Columba livia)

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dansayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.

Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.

Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur.

Alat dan Bahan

  • Alat Bedah lengkap (gunting, pinset, scalpel, dan jarum pentul)
  • Papan bedah
  • Loupe
  • Kloroform
  • Tissue dan kapas
  • Burung Merpati (Columba livia)

Cara Kerja

1. Menyembelih Bururng merpati yang telah dibawa dengan memasukkan kedalam toples yang didalamnya telah diberi kapas yang dibasahi dengan kloroform.

2. Setelah burung terbius, ambil dan rentangkan pada papan bedah.

3. Gunting bagian abdomen mulai ujung posterior hingga anterior

4. Setelah terbuaka, amati organ-organ yang menyusun sistem pencernaan dengan bantuan loupe.

5. Menuliskan hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

Tabel Pengamatan

No.

Organ Pencernaan

Keterangan

1.

Paruh

merupakan modifikasi dari gigi

2.

rongga mulut

terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk

3.

faring

berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,

4.

lambung terdiri atas:

- Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.
- Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”,

5.

intestinum

terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.

6.

Usus halus

pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.

Pembahasan

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.

Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi . makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.
Lambung terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan empedal di bagian belakang. Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Disebut lambung pengunyah karena karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan. Di dalam empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.

Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan ke usus halus. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Burung mempunyai dua usus buntu. Usus buntu berguna memperluas daerah penyerapan sari-sari makanan.

Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian ke dalam rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran pencernaan usus, saluran uretra, dan saluran kelamin.

Kesimpulan

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.

Praktikum II

Pencernaan Pada Katak (Rana Esculenta)

Tujuan Praktikum:

  • Mengamati dan Mengeahui organ-organ pencernaan pada Rana esculenta.
  • Mengetahui fungsi dari masing-masing organ pencernaan pada Rana esculenta.

Uraian singkat

Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris: toad) adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Anak-anak biasanya menyukai kodok dan katak karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.

Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina.

Alat dan Bahan

· Alat bedah lengkap (gunting, pinset, scalpel, dan jarum pentul)

· Papan Bedah

· Kloroform

· Loupe

· Tissue dan kapas

· Katak (Rana esculenta)

Cara kerja

  1. Membius katak yang telah dibawa dengan memasukkan kedalam toples yang didalamnya telah diberi kapas yang dibasahi dengan kloroform.
  2. Setelah katak terbius, ambil dan rentangkan pada papan bedah.
  3. Gunting bagian abdomen mulai ujung posterior hingga anterior
  4. Setelah terbuaka, amati organ-organ yang menyusun sistem pencernaan dengan bantuan loupe.
  5. Menuliskan hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan

Tabel Pengamatan

No.

Organ Pencernaan

Keterangan

1.

Rongga mulut

terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa

2.

Esofagus

berupa saluran pendek

3.

Ventrikulus (lambung)

berbentuk kantung yang bila terisi makanan
menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus,

4.

intestinum

dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.

5.

Usus tebal

berakhir pada rektum dan menuju kloaka

6.

kloaka

merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine

Pembahasan

Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

Kesimpulan

Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, usus tebal, dan kloaka.

Praktikum III

Pencernaan Pada Kadal (Mabouya multifasciata)

Tujuan Praktikum:

  • Mengamati dan Mengeahui organ-organ pencernaan pada Mabouya multifasciata.
  • Mengetahui fungsi dari masing-masing organ pencernaan pada Mabouya multifasciata.

Uraian singkat

Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil. Secara luas, pengertian kadal atau kerabat kadal (bahasa Inggris: lizards) juga mencakup kelompok cecak,tokek, bunglon, cecak terbang, biawak, iguana dan lain-lain. Sedangkan secara sempit, istilahkadal dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok kadal yang umumnya bertubuh kecil, bersisik licin berkilau, dan hidup di atas tanah (Ingg.: skink, suku Scincidae, atau umumnya anggota infraordo Scincomorpha).

Alat dan Bahan

· Alat bedah lengkap (gunting, pinset, scalpel, dan jarum pentul)

· Papan Bedah

· Kloroform

· Loupe

· Tissue dan kapas

· Kadal (Mabouya multifasciata)

Cara kerja

Cara kerja praktikum adalah sebagai berikut :

1.Kadal dimatikan dengan jarum penusuk yang ditusukkan pada bagian kepala hingga mengemai pusat syarafnya.

2.Tubuh kadal digunting mulai dari depan kloaka ke sisi kiri kanan tubuh ke arah depan melewati kaki depan sampai ke rahang bawah kemudian kembali lagi ke kloaka.
3.Bagian tubuh yang telah digunting, dikuakan sehingga terlihat bagian situs viscerum.
4.Si
stem pencernaan diamati.

5.Sistem reproduksi diamati.

6.Bagian-bagian rongga mulut diamati.

Tabel Pengamatan

No.

Organ Pencernaan

Keterangan

1.

rongga mulut

bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi
menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut.
Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,

2.

Esofagus (kerongkongan)

terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk

3.

Ventrikulus(lambung)

berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,

4.

Intestinum

terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.

Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna kemerahan)

Pembahasan

Sistem pencernaan kadal meliputi cavum oris, pharynx, oesophagus, gastrum, intestinum dan cloaca. Lidah dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, giginya melekat pada rahang. Dari cavum oris dilanjutkan ke pharynx, oesophagus dan gastrum atau lambung. Dari lambung kemudian ke intestin, rectum dan cloaca. Cloaca merupakan muara tiga saluran yaitu tempat mengeluarkan sisa pencernaan, sekret, dan untuk reproduksi (Brotowidjojo, 1995).

Kesimpulan

1.Kadal (Mabouya multifasciata) masuk dalam ordo squamata.

2.Tubuh kadal terdiri dari caput (kepala), truncus (badan), cauda (ekor), anggota depan (extrimitas anterior) dan anggota belakang (extrimitas posterior).

3.Ciri-ciri kadal (Mabouya multifasciata) antara lain yaitu hidup di darat, tubuhnya tertutup oleh sisik (bercarapace) atau kulit kering yang menanduk (kasap), memiliki ekor dan bernafas dengan paru-paru.



Minggu, 21 Februari 2010















Kenakalan yang tak perlu ditertawakan

HIKMAH

Aku dan Keangkuhan
Oleh Muhamad Sahrul Murajjab

Suatu kali, seorang bijak ditanya oleh salah seorang muridnya. "Tuan Guru, adakah kejujuran yang tidak baik? Sang guru bijak pun menjawab, "Pujian seseorang atas dirinya sendiri." Maksudnya, ketika seseorang bercerita hal-hal baik tentang dirinya sendiri, meskipun cerita tersebut benar adanya, hal itu adalah kejujuran yang tidak baik. Sebab, bisa memunculkan perasaan bangga diri dan kesombongan.

Ketika seseorang mengatakan 'aku', yang biasanya timbul adalah subjektivitas. Bahkan, tidak jarang pula kata tersebut memiliki efek negatif bagi kehidupan sosial. Dikisahkan dalam Alquran bahwa makhluk yang pertama kali mengucapkan kata 'aku' dengan penuh kesombongan dan perasaan tinggi hati adalah iblis.

Tatkala Allah SWT memerintahkan iblis bersujud kepada Adam AS, ia menolaknya dengan congkak sembari berkata, "Aku lebih baik darinya (Adam). Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan engkau menciptakannya dari tanah." (QS Al-A`raf [7]: 12).

Kata 'aku' meluncur dari mulut iblis sebagai ungkapan pengagungan dan penyucian diri sendiri di hadapan Allah yang menciptakannya. Meskipun dia mengakui bahwa dirinya hanyalah makhluk yang diciptakan, nyatanya ia membangkang: menyanjung dirinya dan melupakan karunia Penciptanya. Karena sikap iblis ini, sering muncul sebuah ungkapan bahwa tidak ada seorang pun yang memuji dirinya sendiri, kecuali yang menyerupai makhluk terkutuk itu.

Demikianlah bahaya kata 'aku' yang diiringi perasaan bangga diri. Para ulama suluk sering menyebutnya sebagai salah satu penghancur (muhlikat) kehidupan manusia. Allah pun telah melarangnya dengan tegas dalam firman-Nya, "... maka, janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa." (QS Alnajm [53]: 32).

Pada ayat lainnya, ketika menyebutkan sifat orang-orang kafir, Allah berfirman, "Apakah kamu tidak memerhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya, Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak teraniaya sedikit pun." (QS Annisa [4]: 49).

Dengan demikian, kata 'aku' dengan muatan keagungan, pujian, dan ketinggian tidaklah pantas jika dinisbatkan kepada diri sendiri. Kata itu hanya layak bagi Allah SWT, sang pencipta semesta alam ini.

http://koran.republika.co.id/koran/25

Kamis, 18 Februari 2010

OPINI

Selasa, 16 Februari 2010 (Pontianak Post)
Nasional Demokrat, Akankah Jadi Pahlawan?
Oleh : Khoirul Umam

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Senin (1/2), belasan ribu orang memadati Istora Senayan Jakarta. Kali ini bukan untuk melihat pertandingan olahraga, tapi untuk menyaksikan deklarasi sebuah Organisasi Kemasyarakatan (ormas). Nasional Demokrat (Nasdem) nama ormas tersebut. Sekitar 45 tokoh nasional dari berbagai latar belakang profesi menghadiri sekaligus mendeklarasikan Nasdem. Diantaranya Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Syafii Maarif, dan termasuk putra daerah Kalimantan Barat, Zulfadli. Tokoh penting dari berdirinya ormas Nasdem adalah Surya Paloh dan Sultan HB X, karena merekalah yang berperan sebagai inisiator.

Sebagai ormas baru, berdirinya Nadem bisa dikatakan sebagai wujud kekecewaan dari beberapa golongan atas kinerja pemerintahan saat ini. Apalagi lahirnya Nasdem muncul ditengah carut marutnya masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, seperti kasus skandal Bank Century yang telah merugikan Negara sebesar 6,7 Trilyun, mafia peradilan yang banyak mengiris hati rakyat kecil, dan banyak masalah lainnya. Partai politik pun integritasnya menurun dimata rakyat, karena hingga kini Parpol hanya dijadikan sebagai kendaraan politik untuk merebut kekuasaan, dan belum bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapi rakyat, seperti kemiskinan, kesehatan, dan pengangguran. Meskipun nama-nama partai yang ada di Indonesia sangat bagus. Ada yang mengatasnamakan Perjuangan, Kesejahteraan, Persatuan, Keadilan, Demokrasi, Kebangkitan, dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya Indonesia belum bisa berubah kearah yang lebih baik di tangan Parpol.
Surya Paloh, salah satu inisiator Nasdem mengatakan saat ini Parpol hanya bisa meningkatkan kesenjangan sosial diantara kalangan masyarakat. Gedung DPR juga masih lebih besar teorinya, daripada praktek. Padahal rakyat hanya berharap tindakan nyata dari para wakil rakyatnya, tidak hanya bicara keras didepan televisi. Bahkan akhir-akhir ini, DPR mampu menghibur rakyat dengan aksi politiknya. Satu masalah bisa diperdebatkan hingga berminggu-minggu, itupun belum tentu selesai akar permasalahannya. Sungguh ironis, jika DPR-meminjam opini alm. Gusdur - benar-benar seperti sekumpulan murid taman kanak-kanak (TK). Sebagai rakyat saja malu memiliki wakil rakyat yang tidak jelas.
Nama baru, wajah lama
Nasional Demokrat memang sebuah ormas dengan nama yang baru, terlepas dari ingatan kita kepada nama salah satu parpol besar saat ini. Warna logo yang dibubuhi oleh biru dan kuning juga masih menyimpan pertanyaan. Apakah benar-benar idealisme dari sang inisiator atau sekedar ikut-ikutan dengan tujuan menebeng warna dua partai besar saat ini? Dengan melihat kinerjanya kelak baru bisa menjawab.
Terlepas dari nama dan warna, jika melihat barisan orang yang ada dibelakang, konfigurasi Nasdem sebenarnya masih diisi oleh beberapa orang lama yang sudah banyak makan asam garam di dunia politik. Sebut saja Surya Paloh dan Sultan HB X. Selain itu juga, ada Khofifah Indar Parawansa. Mereka pernah mengenyam pengalaman dan besar atas nama partai politik.
Sebagai inisiator, Surya Paloh sepertinya masih bergairah untuk mengaktualisasikan dirinya dalam mendukung kemajuan bangsa. Meskipun ia tersingkir dari partai Golkar pasca kekalahannya dari Abu Rizal Bakrie sebagai ketua umum. Namun kali ini bukan lewat parpol, tapi ormas. Kita semua tidak tahu, apakan Nasdem ini sebagai embrio untuk dijadikan sebuah parpol atau tidak. Semoga saja tetap menjadi ormas, karena jika menjadi parpol, nilai independentnya akan hilang. Untuk itu, meskipun ada wajah-wajah lama yang mengisi Nasdem, tidak sepantasnya Nasdem bergerak layaknya parpol, yang baru unjuk gigi saat mendekati pemilu. Semangat yang dibawa juga harus baru, visi-misi yang ditetapkan semestinya bukan sekedar catatan yang hanya dibacakan, lalu disimpan dan terlupakan. Hal ini perlu dilakukan agar Nasdem benar-benar menjadi ormas yang produktif bagi bangsa Indonesia.

Bisakah menjadi pahlawan?
Kemerdekaan Indonesia yang utuh! begitu Nasdem memiliki visi. Tidak mudah memang mewujudkan Indonesia merdeka seutuhnya. Merdeka atas kekayaan alam, merdeka atas pendidikan, kesehatan, dan berbagai masalah yang dihadapi rakyat Indonesia. Semua masalah tersebut sudah terlampau banyak dan besar. Sehingga butuh waktu lama dan ‘personil’ yang cerdas untuk menyelesaikannya.
Sejak Indonesia menjadi negara dengan sistem demokrasi, banyak partai-partai baru bermunculan. Semuanya hadir dengan membawa visi dan misi atas nama rakyat. Namun semua itu hanya sebagai topeng untuk menarik simpati rakyat. Suara rakyat pun dibeli dengan mudah demi kekuasaan. Kekuasaan tanpa tanggung jawab untuk memikul beban atas penderitaan rakyat. Buktinya, hingga kini semua parpol yang ada masih belum diakui oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai pahlawan terbaik dalam mengatasi masalah yang dihadapai bangsa Indonesia. Bahkan kehadirannya hanya menambah masalah dan melahirkan koruptor baru.
Namun sikap optimis dari para inisiator dan deklarator Nasdem patut diacungi jempol. Mereka (ormas Nasdem) yang mengatasnamakan ormasnya sebagai garis gerakan perubahan, akan merestorasi Indonesia, dengan tujuan dapat menjadikan Indonesia lebih baik kedepannya. Sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.
Surya Paloh, dalam pidatonya saat itu juga mengatakan bahwa masa reformasi yang selama ini telah berjalan belum terbukti mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Bahkan cenderung membawa anak bangsa ke dalam kecurigaan satu sama lain, termasuk pada hukum dan proses demokrasi yang sedang berjalan karena salah memahami. Untuk itu, kehadiran Nasdem di tengah-tangah maraknya demonstrasi yang menyuarakan ketidakpuasan atas kinerja pemerintahan saat ini, bisa dijadikan harapan bagi rakyat. Pun dengan visi-misi yang telah ditetapkan, tentunya Nasdem bisa menjadikan Indonesia lebih baik dan dapat memberi jawaban dari permasalahan yang harus dibenahi, demi kemajuan bangsa kedepan. Semoga. **
* Penulis, Mahasiswa Unmuh Malang asal KKR, Aktivis pers koran kampus Bestari.

Rabu, 17 Februari 2010

RESENSI NOVEL (Malang Post,14 Februari 2010)

Perjuangan Cinta di Tengah Bayangan Lupus
(Malang Post, 14 Februari 2010)

Hidup di dunia memang tidak selamanya akan terisi dengan kebahagiaan, adakalanya hidup harus dilalui dengan berbagai cobaan, ujian, hilangnya harapan, dan cinta yang hampa.
Gambaran hidup itulah yang dialami oleh Prasasti Alanis dalam novel “Tuhan Jangan Pisahkan Kami.” Novel karya Damien Dematra ini menceritakan seorang gadis yang cantik, namun hidupnya penuh dengan berbagai cobaan dan ujian.
Cobaan yang diterima Prasasti sebenarnya dimulai sejak kecil. Ia harus menjalani hidup dalam sebuah keluarga yang tidak lengkap, tanpa seorang ayah. Keadaan itu sering membuat Prasasti bertanya mengenai keberdaan ayahnya kepada sang Ibu, Karina maharani. Namun, Karina tidak pernah benar-benar mengatakannya dengan jelas. Setelah beranjak besar, Prasasti tetap saja hidup bersama seorang Ibu yang kerjanya hanya sebagai pendamping pria-pria kaya dan pecandu obat-obatan.
Prasasti sangat sayang kepada Ibunya. Ia mencoba menguatkan Ibunya untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan demi kehidupan yang lebih baik. Namun, semua usaha yang telah dilakukan Prasasti hanya sia-sia. Hingga akhirnya pada kondisi yang berat, Karina meninggal dunia. Disini cobaan kembali diterima Prasasti. Prasasti harus menjalani hidup sendirian. Dengan begitu, ia harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri.
Prasasti akhirnya bekerja sebagai penyobek karcis pada pintu masuk planetarium-sebuah tempat untuk melihat gugusan bintang dan benda-benda alam semesta. Selain itu juga, pada tempat yang sama ia mengambil double job, sebagai penjaga bioskop. Di tempat Prasasti bekerja itulah, ia kenal Salman, seorang cowok yang menaruh perasaan sayang pada Prasasti.
Kecintaan Salman pada Prasasti, membuatanya rela mengorbankan segalanya, asalakan Prasasti senang dan kebutuhan Prasasti dapat terpenuhi. Tempat kost yang berdampingan, bekerja berbarengan, membuat keduanya sering terlihat bersama, layaknya pacaran. Namun sebenarnya tidak. Salman masih sulit untuk membuka hati Prasasti, meskipun Salman telah memohon.
Karena harus menghidupi dirinya sendiri dan tidak ingin bergantung pada orang lain, membuat Prasasti harus bekerja keras untuk mendapatkan uang. Meskipun tubuhnya memberontak dan meneriakkan rasa sakit. Ini dibuktikannya dengan menerima tawaran untuk menjadi model lukis pada sebuah kelas melukis. Nasihat Salman untuk menyuruhnya istirahat setelah sehari sebelumnya pingsan, tidak didengarkannya.
Pada kelas melukis itulah ia bertemu sosok pemuda tampan, Zahir Amara. Perjumpaan mereka dalam kelas melukis terus berlanjut hingga diluar kelas. Saat itu pula, Zahir merasa Prasasti adalah cewek yang selama ini diinginkannya.
Zahir tidak butuh waktu lama untuk mencuri hati Prasasti. Berbeda dengan Salman, yang butuh pengorbanan dan waktu yang cukup lama, namun tidak berhasil membuka hati Prasasti. Tidak heran, jika Salman menyimpan rasa cemburu dan berusaha menjauhkan Zahir dengan kehidupan Prasasti.
Zahir merasa, hubungannya dengan Prasasti bisa memberikannya kebahagiaan yang selama ini ia cari, setelah sekian lama ia tidak mendapatkan dalam keluarganya. Namun, yang terjadi pada prasasti malah sebaliknya. Kesehatan Prasasti menurun, tubuhnya memerah, rambutnya juga semakin hari kian tipis karena rontok. Prasasti ingin berteriak melihat kondisi tubuhnya.
Akhirnya Prasasti pun di bawa ke rumah sakit oleh Salman setelah ditemukan dalam keadaan pingsan dalam kamar kosnya. Disini Prasasti kembali menerima ujian berat, setelah Dokter yang bertugas mendiagnosanya terserang penyakit yang dinamakan lupus. Sejak saat itu, Prasasti merasa hidup di dunia asing. Karena harapannya untuk sembuh dan hidup normal sudah tidak mungkin. Yang ia tunggu hanya satu, kematian.
Tidak cukup sampai disitu cobaan yang diterima Prasasti, setelah Salman memberikannya sebuah cincin dan mengajaknya untuk menikah, Salman mengalami kecelakaan dan harus meninggalkan Prasasti untuk selamanya.
Dalam keadaan terbaring di rumah sakit, Zahir muncul kembali dan menawarkan sebuah harapan baru pada Prasasti. Mengajaknya menikah dan Prasasti menyetujui. Namun, rintangan datang dari orang tua Zahir, ketika mereka mengetahui bahwa Prasasti mengidap penyakit lupus. Karena orang tua Zahir tidak setuju, keluarganya menuntut Zahir untuk menikah bersama gadis kaya pilihan orang tuanya.
Disitulah kekuatan dan kebesaran cinta antara Zahir dan Prasasti di uji. Akankah kebesaran cinta diantara mereka akan runtuh?, bagaimana Zahir meyakinkan orang tuanya untuk bisa menerima Prasasti?, pembaca dapat menemukan jawaban atas perjuangan tokohnya setelah membaca novel yang terinspirasi dari kisah nyata ini.
Sebuah kisah romantis mewarnai novel yang segera di filmkan ini. Perjuangan tokohnya dalam menghadapi cobaan dan menemukan sebuah keajaiban dalam hidup memberikan nilai lebih bagi yang membacanya. Selain memberikan motivasi, pembaca juga akan mendapatkan inspirasi yang berharga bagi kehidupan.

Judul : Tuhan Jangan Pisahkan Kami
Penulis : Damien Dematra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Januari, 2010
Halaman : 250 halaman
Peresensi : Khoirul Umam, Mahasiswa Biologi Unmuh Malang