Foto Profil

Foto Profil
Senyum itu indah, maka tersenyumlah

Senin, 26 April 2010

Khoirul Umam

08330015

Organization Chart

Umum:

  1. Pengertian system pencernaan adalah penguraian kimia bahan-bahan makanan menjadi zat-zat yang dapat di absorpsi oleh darah manusia atau hewan
  2. Fungsi dasar system pencernaan:

· Mencerna secara mekanik

· Mencerna secara kimiawi

· Menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan

· Menyerap zat-zat makanan dalam darah

· Mengeluarkan bahan-bahan makanan yang tidak dapat dicerna

  1. Proses pencernaan
    • Proses pencernaan mekanis adalah pengunyahan makanan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang tidak di lambung
    • Proses pencernaan kimiawi adalah pelarutan dan pemecahan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil

Mendalam

  1. Organ-organ pencernaan pada invertebrate

System pencernaan pada hewan invertebrate umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada protoa, porifera, dan coelenterate. Pencernaan dilakukandalam alat khusu berupa vakuola makanan, sel koanosit dan rongga gastrofaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. Pencernaan dilakukan dengan cara absorbs langsung melalui kulit

  1. Organ-organ pencernaan pada vertebrata

Alat-alat pencernaan pada vertebrata berupa saluran yang memanjang dari rongga mulut sampai bermuara pada anus.

Kompleks

1. Protozoa, tidak memiliki alat khusus pencernaan. Organisme bersel satu tidak mempunyai sistem pencernaan seperti pada hewan bersel banyak. Proses pencernaan makanan pada organisme bersel satu berlangsung di dalam sel itu sendiri. Jika ada makanan, organisme tsb bergerak kea rah makanan . kemudian mengelilingi makanan tersebut dengan pseudopodium ( kaki semu ). Makanan tersebut terkurung oleh kaki semu dan terbentuk vakuola makanan. Di dalam vakuola ini makanan dicerna, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan di edarkan ke dalam sitoplasma dan sisa-sisa makanan dikeluarkan dari membran plasma.

2. Plathyhelminthes, Contoh: Planaria sp. Terdapat mulut saluran pencernaan yang bercabang-cabang tetapi tidak memiliki anus. Pada bagian tengah perut (ventral) terdapat tonjolan yang berfungsi sebagai faring.

3. Annelida, contoh: Lumbricus terestis (cacing tanah), sistem pencernaannya sudah lengkap yaitu mulut, saluran pencernaan yang memanjang (faring, esophagus, tembolok, empedu, usus) dan berakhir pada anus.

4. Pisces, contoh pada ikan mas. Saluran pencernaan terdiri dari rongga mulut (cavum oris), gigi-gigi kecil, faring, esophagus, lambung, hati, pankreas, usus, dan anus. Kelenjar pencernaan ikan mas disebut hepatopankreas.

5. Reptil, Contoh: Mabouya multifasciata. Sistem pencernaan sudah lengkap. Yaitu mulut, faring, esophagus, lambung, pankreas, usus, dan berakhir di kloaka.

6. Insecta, contoh: Belalang. Jenis makanan serangga berbeda-beda. Serangga ada yang memakan tumbuhan, ada pula yang memakan daging.
Saluran pencernaan belalang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, lambung, usus, rektum, dan anus. Kerongkongan mempunyai bagian membesar seperti gelembung tipis dan berduri. Gelembung itu disebut tembolok. Tembolok berfungsi sebagai alat untuk menyimpan makanan sementara. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.

Makanan masuk melalui mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis yaitu dikunyah, dan dicerna secara kimiawi dengan air ludah. Dari mulut, makanan masuk ke kerongkongan lalu menuju ke tembolok. Di tembolok, makanan disimpan sementara dan kemudian ke empedal. Empedal memiliki dinding dari kitin untuk menghaluskan makanan. Makanan akhirnya menuju ke lambung. Proses penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus. Makanan masuk ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh . sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.

7. Amphibi, Contoh: Katak. Saluran pencernaan makanan pada katak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, dan pankreas.

Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

8. Aves, contoh: Seluruh kelompok unggas. Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.
Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi. makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.

9. Mamalia, contoh: Hewan yang memamah biak (sapi). Pada mamalia terdapat jenis gigi dan susunan alat pencernaan makanan yang berbeda sesuai dengan makanannya. Bentuk dan susunan gigi hewan herbivor berbeda dengan susunan gigi hewan karnivor. Hewan herbivor mempunyai tidak mempunyai gigi taring sebaliknya hewan karnivor mempunyai gigi taring. Pada hewan herbivor, di antara gigi taring dan geraham depan ada ruang yang tidak ditumbuhi dinding. Ruang ini disebut diastema. Gigi hewan herbivor selalu tumbuh dan gigi yang tanggal akan digantikan.

PETUNJUK PRAKTIKUM SISTEM PENCERNAAN

Praktikum I

Pencernaan Pada Burung Merpati (Columba livia)

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dansayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.

Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.

Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur.

Alat dan Bahan

  • Alat Bedah lengkap (gunting, pinset, scalpel, dan jarum pentul)
  • Papan bedah
  • Loupe
  • Kloroform
  • Tissue dan kapas
  • Burung Merpati (Columba livia)

Cara Kerja

1. Menyembelih Bururng merpati yang telah dibawa dengan memasukkan kedalam toples yang didalamnya telah diberi kapas yang dibasahi dengan kloroform.

2. Setelah burung terbius, ambil dan rentangkan pada papan bedah.

3. Gunting bagian abdomen mulai ujung posterior hingga anterior

4. Setelah terbuaka, amati organ-organ yang menyusun sistem pencernaan dengan bantuan loupe.

5. Menuliskan hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

Tabel Pengamatan

No.

Organ Pencernaan

Keterangan

1.

Paruh

merupakan modifikasi dari gigi

2.

rongga mulut

terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk

3.

faring

berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,

4.

lambung terdiri atas:

- Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.
- Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”,

5.

intestinum

terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.

6.

Usus halus

pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.

Pembahasan

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.

Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi . makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.
Lambung terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan empedal di bagian belakang. Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Disebut lambung pengunyah karena karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan. Di dalam empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.

Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan ke usus halus. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Burung mempunyai dua usus buntu. Usus buntu berguna memperluas daerah penyerapan sari-sari makanan.

Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian ke dalam rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran pencernaan usus, saluran uretra, dan saluran kelamin.

Kesimpulan

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.

Praktikum II

Pencernaan Pada Katak (Rana Esculenta)

Tujuan Praktikum:

  • Mengamati dan Mengeahui organ-organ pencernaan pada Rana esculenta.
  • Mengetahui fungsi dari masing-masing organ pencernaan pada Rana esculenta.

Uraian singkat

Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris: toad) adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Anak-anak biasanya menyukai kodok dan katak karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.

Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina.

Alat dan Bahan

· Alat bedah lengkap (gunting, pinset, scalpel, dan jarum pentul)

· Papan Bedah

· Kloroform

· Loupe

· Tissue dan kapas

· Katak (Rana esculenta)

Cara kerja

  1. Membius katak yang telah dibawa dengan memasukkan kedalam toples yang didalamnya telah diberi kapas yang dibasahi dengan kloroform.
  2. Setelah katak terbius, ambil dan rentangkan pada papan bedah.
  3. Gunting bagian abdomen mulai ujung posterior hingga anterior
  4. Setelah terbuaka, amati organ-organ yang menyusun sistem pencernaan dengan bantuan loupe.
  5. Menuliskan hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan

Tabel Pengamatan

No.

Organ Pencernaan

Keterangan

1.

Rongga mulut

terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa

2.

Esofagus

berupa saluran pendek

3.

Ventrikulus (lambung)

berbentuk kantung yang bila terisi makanan
menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus,

4.

intestinum

dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.

5.

Usus tebal

berakhir pada rektum dan menuju kloaka

6.

kloaka

merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine

Pembahasan

Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

Kesimpulan

Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, usus tebal, dan kloaka.

Praktikum III

Pencernaan Pada Kadal (Mabouya multifasciata)

Tujuan Praktikum:

  • Mengamati dan Mengeahui organ-organ pencernaan pada Mabouya multifasciata.
  • Mengetahui fungsi dari masing-masing organ pencernaan pada Mabouya multifasciata.

Uraian singkat

Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil. Secara luas, pengertian kadal atau kerabat kadal (bahasa Inggris: lizards) juga mencakup kelompok cecak,tokek, bunglon, cecak terbang, biawak, iguana dan lain-lain. Sedangkan secara sempit, istilahkadal dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok kadal yang umumnya bertubuh kecil, bersisik licin berkilau, dan hidup di atas tanah (Ingg.: skink, suku Scincidae, atau umumnya anggota infraordo Scincomorpha).

Alat dan Bahan

· Alat bedah lengkap (gunting, pinset, scalpel, dan jarum pentul)

· Papan Bedah

· Kloroform

· Loupe

· Tissue dan kapas

· Kadal (Mabouya multifasciata)

Cara kerja

Cara kerja praktikum adalah sebagai berikut :

1.Kadal dimatikan dengan jarum penusuk yang ditusukkan pada bagian kepala hingga mengemai pusat syarafnya.

2.Tubuh kadal digunting mulai dari depan kloaka ke sisi kiri kanan tubuh ke arah depan melewati kaki depan sampai ke rahang bawah kemudian kembali lagi ke kloaka.
3.Bagian tubuh yang telah digunting, dikuakan sehingga terlihat bagian situs viscerum.
4.Si
stem pencernaan diamati.

5.Sistem reproduksi diamati.

6.Bagian-bagian rongga mulut diamati.

Tabel Pengamatan

No.

Organ Pencernaan

Keterangan

1.

rongga mulut

bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi
menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut.
Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,

2.

Esofagus (kerongkongan)

terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk

3.

Ventrikulus(lambung)

berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,

4.

Intestinum

terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.

Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna kemerahan)

Pembahasan

Sistem pencernaan kadal meliputi cavum oris, pharynx, oesophagus, gastrum, intestinum dan cloaca. Lidah dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, giginya melekat pada rahang. Dari cavum oris dilanjutkan ke pharynx, oesophagus dan gastrum atau lambung. Dari lambung kemudian ke intestin, rectum dan cloaca. Cloaca merupakan muara tiga saluran yaitu tempat mengeluarkan sisa pencernaan, sekret, dan untuk reproduksi (Brotowidjojo, 1995).

Kesimpulan

1.Kadal (Mabouya multifasciata) masuk dalam ordo squamata.

2.Tubuh kadal terdiri dari caput (kepala), truncus (badan), cauda (ekor), anggota depan (extrimitas anterior) dan anggota belakang (extrimitas posterior).

3.Ciri-ciri kadal (Mabouya multifasciata) antara lain yaitu hidup di darat, tubuhnya tertutup oleh sisik (bercarapace) atau kulit kering yang menanduk (kasap), memiliki ekor dan bernafas dengan paru-paru.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar